Awas penipuan di jejaring sosial pakai umpan baru


Menurut laporan
terakhir Spam Report bulanan yang dirilis Symantec, dalam beberapa bulan belakangan, muncul tren situs penipuan (phising) yang memalsukan merek-merek jejaring sosial. Dalam upayanya untuk mengelabui pengguna, penipu
menggunakan banyak taktik dan umpan baru. Tujuannya agar dapat mengelabui pengguna sehingga mereka memberikan informasi pribadi
mereka. “Salah satu contohnya adalah website phishing dengan nama “Webcam” dan yang
menyediakan gambar webcam di halaman phishing-nya,”sebut Symantec dalam laporannya, 31 Januari 2010. Di sini, situs itu memberi kesan bahwa mereka menyediakan fasilitas webcam untuk pengguna agar dapat berinteraksi satu sama lain di jejaring sosial. Padahal, situs aslinya sebenarnya tidak menyediakan fasilitas itu.
Metode kedua, kata Symantec, penipu memanfaatkan pornografi sebagai umpan untuk mencuri data pribadi pengguna. Caranya, website phishing itu mengklaim bahwa
situs jejaring sosial tertentu telah mengeluarkan edisi baru untuk pengguna dewasa.
“ Jejaring sosial edisi ‘ baru ’ tersebut mengesankan bahwa
pengguna dapat melihat video dewasa dari skandal-skandal terkenal yang diambil dari kamera tersembunyi,” kata Symantec.“ Lebih lanjut, situs phisihing itu mengklaim bahwa
pengguna juga bisa
berinteraksi dan bergabung dalam chatting khusus dewasa,” sebut Symantec.
Pada metode penipuan ini, situs
penipu menyatakan bahwa pengguna bisa mengetahui berita terbaru mengenai skandal-skandal aktris terkenal.
Situs juga berisi gambar porno.
Tampilan dan nuansa situs dibuat untuk meningkatkan daya tarik pornografi tersebut.
Metode ketiga,umpan yang digunakan adalah penawaran palsu berupa software untuk meng-hack (hacking software).
Website penipu yang
menggunakan metode ini menyediakan konten yang sudah dimodifikasi sehingga mirip seperti versi alternatif dari sebuah jejaring sosial yang ditujukan untuk hacker profesional.
“ Phisher terus menggunakan bentuk-bentuk umpan baru dan berbeda yang semuanya memiliki tujuan yang sama.
Membuat pengguna yakin bahwa mereka akan mendapatkan manfaat jika memberikan informasi dan login ke situs yang mereka buat, ” sebut Symantec.
Namun demikian, Symantec menyebutkan, tentu saja jika pengguna menjadi korban dari penipuan itu, phisher akan berhasil mencuri informasi rahasia mereka untuk pencurian identitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s