Sitti kerjasama dengan Blogger

Jagat Internet
Tanah Air lagi-lagi kedatangan
perusahaan start up baru,
Sitti .
Bergerak di bidang periklanan
berbasis kontekstual, meski
baru dan kecil, Sitti punya
angan-angan yang luar biasa:
menaklukkan Google AdSense.
Sitti boleh optimis. Sebab,
Google belum sepenuhnya
fokus mengembangkan bisnis
AdSense di Indonesia. Namun,
saat menyambangi Indonesia
beberapa waktu lalu , raksasa
Internet asal Mountain View-
California itu mengatakan siap
menggarap pasar di Indonesia.
Tak mau kalah set, Sitti yang
sudah berusia enam bulan
buru-buru memperkenalkan
dirinya pada publik di sela acara
Sitti Buka Pintu, yakni
peresmian kantor baru di Grha
Tirtadi, Jakarta, Rabu 24
November 2010.
“Dalam kurun waktu 1 Oktober
sampai dengan 5 November
2010, kami sudah mengindeks
600 juta halaman situs
berbahasa Indonesia dan
menampilkan 330 iklan dari 529
merek,” kata Andy Sjarif, Group
CEO Sitti, pada wartawan.
Soal indeks, jika dibandingkan
dengan Google, Sitti bukanlah
siapa-siapa. Google mencatat
lebih dari satu triliun halaman
web secara global dan
mencakup 129 bahasa
internasional. Kekuatan Google
ini diakui langsung oleh Andy.
“Mereka sangat besar. Berbicara
search engine, Google adalah
superior. Tapi, secara
contextual advertising
(periklanan berbasis
kontekstual), kami terbukti
lebih unggul,” klaimnya.
Sitti Google
Impresi 88,5%11,5%
Klik 51%49%
CTR*64,06%20,87%
*CTR atau clickthrough rate
merupakan istilah cara yang
dipakai untuk mengukur
keberhasilan suatu kampanye
atau iklan online.
Dari data perbandingan antara
Google AdSense dan Sitti di atas
melalui metode A-B split test,
tak bisa dipungkiri, iklan lokal
versi Sitti yang lebih relevan
dengan konten yang tersedia di
Web atau blog lebih digemari
pembaca.
“Masalah Google hanya bahasa.
Memang, mereka punya
teknologi bernama Google
Translator. Sayangnya, dari
sudut pandang linguistik,
teknologi tersebut belum
mampu mendeteksi bahasa
Indonesia dengan baik dan
benar. Kita lebih unggul, karena
kita orang Indonesia asli,” cetus
Andy.
Tetapi, Andy tidak mau
jumawa. Google adalah raksasa
dan bukan pesaing biasa. Sebab
itu, Sitti merangkul sejumlah
mitra, mulai dari situs
megaportal sampai blogger
Indonesia, untuk turut
membantu dengan
menyediakan ruang banner Sitti
di halaman Web mereka.
“Google akan datang ke
Indonesia untuk mendominasi
pasar. Dengan dukungan dari
mitra-mitra perusahaan lokal,
kami siap bersaing dengan
mereka. Hey, Google. Silahkan
datang ke Indonesia!” tukas
Andy dengan nada optimis.
Berbicara target, dia
mengatakan tidak ada. “Kami
hanya ingin melihat iklan-iklan
toko kecil di pinggir jalan bisa
bersanding dengan produk-
produk asing di Internet,”
timpal Rene Suhardono
Canoneo, promotor Sitti, pada
kesempatan yang sama.
Menarik untuk diketahui, Sitti
belajar banyak dari ZAO Begun,
perusahaan sejenis asal Rusia
yang juga menjajakan
periklanan berbasis kontekstual
(contextual advertising).
Namun, pada Juli 2008,ZAO
Begun telah diakuisisi
Google
dengan nilai US$140
juta, setara Rp1,25 triliun.
Apakah nasib Sitti sama dengan
ZAO Begun? Yang setelah
merintis perusahaan start up
dari skala kecil sampai besar,
lantas rela diakuisisi Google?
Bisa jadi itu memang mimpi
Andy cs. Memikat hati Google
untuk menjadi investor tetap
bagi Sitti lalu mengembangkan
UKM lokal bersama-sama. Kita
lihat saja apa yang dilakukan
Sitti ke depannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s