Korban meninggal banjir bandang wasior tembus 145 orang

Korban meninggal banjir
bandang distrik Wasior, Teluk
Wondama, Papua Barat hingga
Senin (11/10) menjadi 145
orang. Sementara korban luka
berat 185 orang yang dirujuk
ke Nabire dan RSUD Manokawri
dan korban luka ringan
sebanyak 535 orang yang
sebagian besar sudah pulang ke
rumah. Sementara sebaran
pengungsi sebanyak 1.859
orang di Manokawari dan 135
orang di Kabupaten Nabire.
Hal tersebut diungkapkan oleh
Menko Kesra Agung Laksono
usai melaksanakan Rapat
Koordinasi Penanggulangan
Bencana Wasior di Jakarta,
Senin (11/10). Rakor dihadiri,
Mensos Salim Segaf Al-Jufri,
Menhub Freddy Numberi,
Menkes endang Sedyaningsih,
Menteri PU Joko Kirmanto,
Mentri Lingkungan Hidup Gusti
Muhammad Hatta, Kepala BNPB
(Badan Nasional
Penanggulangan Bencana),
Syamsul Maarif dan Sekjen
Kemendiknas Dodi Nandika.
Diungkapkan pula perawatan
medis seluruh korban gempa
akan ditanggung negara.
”Banyak korban tergolong luka
ringan tapi menderita lecet di
seluruh tubuh dan juga
pengungsi yang meminum
lumpur yang terbawa banjir,”
tutur Agung.
Saat ini pemerintah kabupaten
dan unsur terkait sedang
mencari lokasi untuk
membangun hunian sementara
(huntara) yang lebih aman.
”Hunian sementara itu bisa
menolong agar anak-anak
sekolah bisa belajar kembali,”
ungkapnya.
Sementara Sekretaris Jenderal
Kementrian Pendidikan
Nasional, Dody Nandika
menjelaskan bahwa tim trauma
untuk membantu anak-anak
trauma korban bencana sudah
dikirim. Begitu juga dengan
bantuan seragam dan alat
belajar sudah siap. Menanggapi
banyaknya guru yang eksodus,
tambah Dody Kemendiknas
akan mencari guru-guru
sukarelawan dan juga
widiyiswara (guru pensiunan
yang masih berpotensi) untuk
mengajar anak-anak koran
bencana.
Sedangkan untuk sekolah
darurat, kata Dody,
Kemendiknas sudah
menyiapkan sepuluh set.
”Sekolah darurat tersebut siap
dikirimkan,” tutur dia. Target
waktu berdirinya sekolah
darurat ini selesai pada masa
tanggap darurat meskipun
dengan kondisi yang terbatas.
Pemerintah menetukan masa
tanggap darurat 4-18 Oktober
2010.
Untuk korban meninggal,
pemerintah melalui Kementrian
Sosial memberikan santunan
sebesar Rp 4 juta rupiah per
orangnya. ”Kami sedang
mendata korban meninggal
yang akurat,” tutur Menteri
Sosial, Salim Segaf Al Jufri.
Begitu data keluar santunan
akan langsung disampaikan.
(sumber: republika.co.id)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s